Panduan Wisata Jakarta

Jakarta

Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia. Sebagai ibukota negara, Jakarta berkembang dengan sangat pesat. Bisa dibilang Jakarta merupakan Kota Metropolitan terbesar di Indonesia dan bahkan menjadi Kota Metropolitan terbesar keenam terbesar di dunia. Penduduk Jakarta sangat ramai dan padat, berasal dari berbagai macam kota dan daerah menjadikan kebudayaan Jakarta sangat beraneka ragam walaupun kebudayaan aslinya Betawi tapi semua bisa berbaur menjadi satu di sini. Suasana malam di Jakarta sangat indah, aneka macam tempat hiburan khas Kota Metropolitan bisa Anda nikmati di Jakarta.

Terpopular

Jakarta Sejarah

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta) memiliki sejarah yang cukup panjang dalam lahirnya kota ini. Nama Jakarta sendiri mulai digunakan pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942. Nama Jakarta kependekan dari Jayakarta. Nama Jayakarta digunakan untuk menyebut daerah ini pada tahun 1527-1619. Nama ini diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah Pada tahun 22 Juni 1527. Hingga saat ini, tanggal 22 Juni diperingati sebagai Hari Jadi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jayakarta sendiri berarti "kota kemenangan" atau "kota kejayaan". Namun sebenarnya Jayakarta berarti "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan".

Selain nama Jayakarata, Jakarta dahulunya disebut dengan beberapa nama. Diantaranya pada tahun 397-1527 Jakarta dikenal dengan nama Sunda Kelapa. Hal ini dikarenakan pada saat itu Jakarta dikenal sebagai pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kelapa. Pada abad ke�12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada tersibuk. Banyak kapal-kapal asing berlabuh di pelabuhan ini, diantaranya berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan dan Timur Tengah. Selain nama Sunda Kelapa, Jakarta juga dikenal dengan nama Batavia. Nama Batavia sendiri digunakan antara tahun 1619-1942 pada masa penjajahan Belanda.

Pada 30 Mei 1619, VOC yang dipimpin oleh Jan Pietererszoon Coen menduduki Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten, kemudian nama Jayakarta diubah menjadi Batavia. Selama pendudukan Belanda, Batavia mengalami perkembangan pesat terutama di bidang komoditi eksport dan import. Untuk pembangunan Kota Batavia sendiri, bangsa Belanda mengimport budak-budak sebagai pekerja. Budak-budak tersebut datang dari Bali, Sulawesi, Tiongkok, dll. Sebagian masyarakat berpendapat, mereka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang saat ini dikenal dengan nama Betawi.

Pada tahun 1942 penjajah Jepang berhasil merebut kekuasaan penjajah Belanda, kemudian nama Batavia diubah menjadi Djakarta (ejaan lama). Hal ini dilakukan untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Di kota ini pula Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilangsungkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sebelum tahun 1959, Djakarta merupakan bagian dari Jawa Barat, hingga pada tahun 1959 Djakarta mengalami perubahan dari sebuah Kotapraja menjadi Daerah Tingkat Satu (DATI I) yang dipimpin oleh Gubernur. Pada tahun 1961, barulah status Djakarta diubah menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI). Semenjak dinyatakan sebagai Daerah Khusus Ibukota, penduduknya meningkat dengan pesat. Pada tahun 1972 ejaan namanyapun menyesuaikan dengan ejaan baru menjadi Jakarta hingga sekarang.

Yang dapat ditemui

Kota Jakarta adalah Kota Sejarah dengan aneka macam kebudayaan. Berbagai macam tempat sejarah bisa Anda kunjungi di sini. Mulailah dengan berkunjung ke Monas atau Monumen Nasional. Tugu sejarah yang satu ini merupakan icon Kota Jakarta. Jangan ngaku pernah ke Jakarta jika Anda belum mengunjungi Monas. Berbagai macam hal yang berkaitan dengan sejarah nasional Indonesia bisa Anda jumpai di Monas. Jika ingin mengenal Indonesia lebih luas dalam waktu singkat, pergilah ke TMII atau Taman Mini Indonesia Indah. Di sana terdapat anjungan-anjungan dari seluruh daerah dan suku di Indonesia. TMII merupakan replika mini negara Indonesia. Atau jika Anda ingin merasakan suasana Jakarta pada masa lampau, pergilah ke Jakarta Old Town atau Sunda Kelapa. Pemandangan dan suasana khas masa lampau bisa Anda abadikan di tempat ini.

Yang dapat dilakukan

Sebagai Kota Metropolitan, Anda bisa melakukan banyak hal di Jakarta seperti menikmati atraksi wahana permainan yang bisa menguji adrenalin Anda di Ancol Jakarta Bay City atau sekedar berolahraga untuk menyegarkan pikiran di stadion terbesar di Jakarta, Stadion Gelora Bung Karno. Bagi Anda yang hobi belanja wajib mengunjungi Pasar Tanah Abang yang merupakan pusatnya produk fashion dengan harga grosir. Bisa juga berkeliling Jakarta menggunakan transportasi khas Jakarta, yaitu Trans Jakarta atau yang sering disebut busway.

Makanan yang harus dicoba

Jajanan khas Jakarta yang satu ini wajib Anda coba, kerak telor namanya. Jajanan khas Jakarta ini mempunyai rasa yang gurih. Kerak telor terbuat dari telor ayam atau bebek yang dimasak dengan sedikit minyak dicampur dengan beraneka macam bumbu. Sebagai teman pelengkap makan kerak telor, ada srundeng dan beras ketan yang sangat enak dimakan selagi hangat. Selain itu ada roti buaya. Roti yang satu ini rasanya sama seperti roti biasa, namun roti ini unik karena berbentuk buaya. Roti buaya selalu ada di setiap acara pernikahan adat Betawi. Bagi masyarakat Betawi, roti buaya adalah simbol kesetiaan pada pasangannya. Mau yang lebih sehat, bisa mencicipi gado-gado. Makanan ini mungkin tak asing lagi bagi Anda dan bisa Anda temui di hampir seluruh wilayah Indonesia walaupun gado-gado merupakan makanan khas Jakarta. Perpaduan antara aneka sayur, telor, kentang dan krupuk yang disiram dengan bumbu kacang yang lembut, sehat dan enak pastinya akan menggoyah lidah Anda.

Bagaimana sampai ke Jakarta

Terbang ke Jakarta: Jakarta melalui jalan udara di layani oleh Soekarno–Hatta International Airport dan Halim Perdanakusuma International Airport. Soekarno–Hatta International Airport terletak sekitar 20 km barat dari Jakarta. Taksi ke kota dari Soekarno–Hatta International Airport akan dikenakan 150.000. Baca lebih lanjut tentang Soekarno–Hatta International Airport atau cari penerbangan ke JakartaHalim Perdanakusuma International Airport terletak sekitar 13 km tenggara dari Jakarta. Taksi ke kota dari Halim Perdanakusuma International Airport akan dikenakan 100.000. Baca lebih lanjut tentang Halim Perdanakusuma International Airport.

Kereta ke Jakarta: Jakarta juga dapat dicapai dengan kereta api. Kota ini memiliki beberapa stasiun kereta api dimana kereta jarak jauh berhenti: station Gambir, station Jakarta Kota, station Jatinegara, station Manggarai, station Pasar Senen, station Tanah Abang, station Tanjung Priuk.
Cari kereta api ke Jakarta.

Obyek wisata dekat Jakarta

Petualangan dan Wahana:

Pantai dan Kepulauan:

Bangunan bersejarah, Monumen dan Candi:

Taman Nasional, Air terjun dan Alam: